More

    Negara yang Melarang Pemakaian Aplikasi TikTok Sebab Keamanan

    bieber-news.com – Shou Zi Chew, CEO aplikasi video TikTok diketahui bahwa pada saat ini sudah melakukan serangkaian klarifikasi. Klarifikasi itu melalui sidang kongres Amerika Serikat. Sidang itu digelar pada hari Kamis 23 Maret 2023 silam. Shou Zi didesak beberapa macam pertanyaan selama sidang yang diketahui berlangsung selama lima jam itu. Sidang tersebut disebut menjadi salah satu ujian TikTok yang ada di Amerika. Amerika sendiri diketahui memang memberi aturan yang sangat ketat kepada aplikasi TikTok. Ada beberapa negara melarang aplikasi Tiktok.

    Kendati demikian, ujian yang melanda TikTok sendiri bukan cuma berasal dari negara Amerika saja. Melainkan beberapa negara dan daerah sudah turut menerapkan larangan menjadi atau total terhadap aplikasi TikTok, seperti yang dilansir dari euronews, pada hari Selasa, 28 Maret 2023 kemarin. Lantas siapa saja mereka? Pertama ada negara Inggris, pada tanggal 16 Maret, diketahui kalau Oliver Dowden yang merupakan Menteri Sekretaris Kabinet Inggris mengumumkan adanya larangan langsung kepada aplikasi TikTok.

    Dimana, buat larangan tersebut turut berlaku pada perangkat secara resmi pemerintah. Kedua ada negara Selandia Baru, tepatnya pada tanggal 17 Maret silam Selandia Baru turut serta mengumumkan smartphone anggota parlemen yang dilarang untuk menginstal aplikasi TikTok. Kebijakan tersebutnya paling lambat kabarnya akan segera diterapkan pada akhir bulan Maret 2023. “Ini merupakan sebuah langkah pencegahan,” tandas Dowden. “Kita mengetahui kalau pemakaian aplikasi TikTok terbatas sudah disemua pemerintahan,” sambungnya.

    “Tetapi ini juga untuk kebersihan dunia maya,” tandas Dowden. Larangan pemakaian aplikasi TikTok ini sendiri sebenarnya tidak berdampak ke seluruh pegawai pemerintah dan cuma akan diterapkan setidaknya kepada sekitar 500 orang yang ada di kompleks parlemen. Ketiga negara melarang aplikasi TikTok ada Belgia. Pemerintah Belgia juga turut serta mengumumkan bahwa adanya larangan TikTok dari perangkat dibayar atau dimiliki oleh pemerintah federal. Larangan tersebut tentunya dilakukan terhadap kekhawatiran terkait keamanan mengenai sosmed atau dunia maya, informasi dan privasi yang salah

    Selanjutnya ada juga negara tersebut yang ikut serta menganggap TikTok adalah aplikasi yang dapat memunculkan terjadinya masalah privasi hingga keamanan yang tidak dapat diterima. Kanada diketahui sudah melarang perangkat resmi milik dari pemerintah buat mengakses TikTok. Selain Kanada, ada juga Denmark. Kementerian Pertahanan Denmark kabarnya sudah mengumumkan terkait dengan melarang pemakaian aplikasi di dalam unit resmi. Kebijakan yang diumumkan pada tanggal 6 Maret silam itu dibuat dengan memiliki alasan soal keamanan siber.Negara-Melarang-Aplikasi-TikTok

    Ada juga negara Amerika Serikat. Dikatakan bahwa lembaga AS pemerintah memiliki waktu selama 30 hari buat bisa segera menghapus TikTok dari sistem federal atau perangkat. Aturan itu juga berlandaskan terkait dengan keamanan data. Sejauh ini larangan di Amerika Serikat sendiri cuma berlaku bagi para pekerja milik pemerintah. Sampai sekarang ini, diketahui kalau sebagian besar negara bagian dari Amerika Serikat juga sudah melakukan larangan pemakaian aplikasi TikTok.

    Bahkan sebelumnya, Komisi Komunikasi Federal dan FBI sudah memberikan peringatkan kepada ByteDance yang bisa membagikan data pengguna TikTok ke pada pemerintah China. Namun ternyata tidak cuma negara tersebut saja lho. Pasalnya, negara Taiwan juga menjadi salah satu negara dari Asia yang ikut serta dalam memberlakukan larangan pemakaian aplikasi TikTok. Larangan tersebut kabarnya sudah keluar setelah sebelumnya FBI memperingatkan kalau TikTok mampu melahirkan terkait dengan permasalahan keamanan nasional.

    Bahkan, tidak cuma dari enam negara yang di atas saja, pasalnya negara India juga turut serta dalam melarang pemakaian aplikasi TikTok. Sejak 2020 silam, diketahui kalau negara India memang sudah memberlakukan larangan untuk aplikasi TikTok dan lusinan dari aplikasi yang merupakan berasal dari negara China lainnya. Sama halnya dengan negara lain, India sendiri alasan melarang TikTok dikarenakan soal dasar keamanan.

    Negara lainnya juga tidak memperbolehkan aplikasi TikTok yakni diantaranya adalah Afghanistan dan Pakistan. Pakistan melakukan pelarangan karena alasannya adalah TikTok dapat memunculkan sebuah konten tidak bermoral. Sementara untuk negara Afghanistan dengan alasan melindungi kaum muda terhadap kesesatan. Itulah negara melarang aplikasi TikTok.

    Related articles

    Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.