More

    Review Film Black Panther: Wakanda Forever, Ada yang Sudah Nonton?

    Bieber-news.com – Marvel Cinematic Universe belum lama ini merilis salah satu filmnya di bioskop pada tahun 2022, yaitu film Black Panther: Wakanda Forever. Film ini menjadi sekuel dari Black Panther yang rilis tahun 2018 lalu yang merupakan penutup dari MCU Phase 4, walaupun kembali disutradarai oleh Ryan Coogler, bintang utama dari Wakanda Forever ini sudah bukan Chadwick Boseman lagi karena sang aktor meninggal dunia pada tahun 2020 lalu. Film ini menceritakan tentang kerajaan Wakanda yang harus bertahan setelah kepergian Raja T’Challa, mereka harus bertahan hidup karena negara lain mencoba untuk menginvasi.

    Negara lain juga berusaha untuk mengambil sumber daya utama mereka, yaitu vibranium. Di tengah konflik yang terjadi ini, muncul ancaman baru dari kerajaan laut yang bernama Talokan dan dipimpin oleh Namor, “Hanya orang paling hancur yang bisa jadi pemimpin yang hebat” ucap Namo kepada Shuri dalam salah satu dialognya. Mendengar itu Shuri tergundar hebat, jiwanya digerogoti duka mendalam ditinggal oleh keluarganya, jika kehilangan adalah sebuah kompetisi, maka tidak ada yang dapat menyainginya. Bagaimana film ini? Berikut review filmnya buat kamu yang belum nonton.

    Review Film Black Panther: Wakanda Forever, Momen Aksi Sangat Memuaskan

    Film-Black-Panther

         1. Drama Panjang Dengan Ending Antiklimaks

    Black Panther: Wakanda Forever memiliki total durasi 161 menit atau 2 jam 41 menit. Hal ini membuatnya jadi salah satu film dengan durasi terpanjang kedua yang ada dalam MCU, dengan durasi tersebut film ini berhasil membangun drama tentang perasaan duka yang dialami oleh para karakternya dengan sangat baik.

    Dibanding sejumlah film yang ada dalam MCU Phase 4, bisa dibilang Wakanda Forever ini memiliki pembangunan cerita yang paling rapi. Mungkin beberapa orang merasa ada bagian yang terasa membosankan dalam film ini karena terlalu panjang bercerita, tapi sebenarnya ini membuat segala konflik dan world building menjadi terpaparkan dengan detail dan tidak terburu-buru.

    Namun penyesalan konflik dalam film ini terasa kurang klimaks, akibatnya tensi konfling yang sudah terbangin dengan penuh ketegangan sebelumnya jadi terbuang gitu saja. Walaupun begitu, kamu masih bisa menikmati film ini dari segi aksi yang cukup padat.

         2. Momen Aksi yang Memuaskan

    Terlepas dari segala drama yang ada dukanya, film Black Panther: Wakanda Forever ini masih berhasil memenuhi fungsinya sebagai film superhero yang penuh dengan aksi, porsi adegan aksi dalam film ini juga terbagi dengan pas dengan durasi filmnya, karena selalu ada dari awal hingga akhir.

    Tidak hanya itu saja, adegan aksi dalam film ini juga dapat membuat penonton terpuaskan dibandingkan film MCU rilisan 2022 lainnya, Ryan Coogler juga kembali menghadirkan adegan aksi kejar-kejaran menggunakan kendaraan yang berlangsung dengan seru seperti pada film pertamanya.

    Namun adegan aksi paling seru berlangsung ketika Namor dan kaum Talokan menginvasi Wakanda, karena momen ini benar-benar menunjukkan betapa mengancam dan mematikannya Namor dan kamu Talokan untuk negara lain.

         3. Namor yang Sukses Mendominasi

    Seperti yang kita ketahui judul film ini Black Panther: Wakanda Forever, namun yang paling mendominasi justru Namor yang menjadi antagonisnya. Namor benar-benar berhasil mencuri perhatian penonton sepanjang film ini.

    Walaupun karakter baru dalam MCU, hal ini tentunya tidak lepas dari performa memukau Tenoch Huerta sebagai pemeran dari sang antihero. Faktor lain yang membuat Namor sukses menjadi scene stealer yaitu penggambaran karakternya, karena latar belakang Namor yang cukup tragis berhasil membuat penonton bersimpati padanya dan mewajarkan segala tindakannya sebagai antagonis.

    Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa ada penonton yang justru mendukung Namor. Walaupun pada film ini pihak Wakanda yang jadi protagonisnya.

         4. Tribute yang Emosional untuk Chadwick Boseman

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemeran utama Wakanda Forever sudah bukan Chadwick Boseman. Marvel Studios tidak berniat mengganti peran Boseman sebagai T’Challa dengan aktor lain pada film ini, pihak Marvel justru membuat Black Panther: Wakanda Forever sebagai tribut dan salam perpisahan untuk Chadwick Boseman.

    Film ini terbilang sangat mengeksplor perasaan duka, baik sebagai pemicu konflik hingga penyelesaian segala masalahnya. Pada akhirnya Wakanda jadi tribut yang emosional pada mendiang Chadwick tanpa terasa mengeksploitasi kepergian sang aktor. Itulah review dari film Black Panther: Wakanda Forever.

    Related articles

    Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.