More

    Review Film Pinocchio Versi Live Action, Memuaskan Atau Kurang?

    Bieber-news.com – Selama 12 tahun belakangan ini, Disney cukup aktif menggarap film live action yang diadaptasi dari film animasi klasik mereka. Setelah merilis film live action Cruella tahun 2021 lalu yang diadaptasi dari film animasi One Hundred and One Dalmatians tahun 1961. Disney belum lama ini merilis film live action Pinocchio yang diadaptasi dari film animasinya yang sudah rilis sejak tahun 1940. Lantas saja, berbagai media kian membahas tentang review film Pinocchio yang booming ini. Film live action ini digarap oleh Robert Zemeckis, sosok yang sudah menghasilkan banyak film ikonis, seperti seri film Back to the Future, Who Framed Roger Rabbit, dan film yang lainnya.

    Menariknya lagi, Pinocchio dibintangi salah satu aktor terbaik Hollywood, yaitu Tom Hanks yang berperan sebagai Geppetto atau ayah dari Pinocchio. Film animasi ini berkisah tentang Geppetto yang merupakan seorang tukang kayu, yang membuat boneka kayu, bernama Pinocchio yang dibuat menyerupai anaknya yang sudah meninggal. Pada suatu malam, Geppetto mengucapkan permintaan pada bintang bahwa dia menginginkan seorang anak laki-laki, permintaan Geppetto dikabulkan oleh Blue Fairy dengan menyihir Pinocchio menjadi hidup. Bagaimana filmnya? Berikut review film action Pinocchio.

    Review Film Pinocchio yang Rilis 2022 Ini, Sudah Nonton?

    Review-Film-Pinocchio

         1. Tampilkan Modifikasi Cerita yang Tidak Semua Perubahannya Tepat Sasaran

    Secara garis besar, cerita yang ditampilkan Pinocchio versi live action ini sebenarnya cukup mirip dengan animasinya. Mulai dari Geppetto yang mendambakan anak laki-laki, perjalanan Pinocchio untuk bisa menjadi anak manusia, sampai bagaimana Pinocchio menyelamatkan Geppetto dari monster laut raksasa yang bernama Monstro. Pada intinya, momen penting yang ada dalam film animasi Pinocchio ini dibawa kembali ke versi live actionnya.

    Sama seperti kebanyakan film live action dari Disney yang sebelumnya, tentunya ada modifikasi pada jalan cerita film ini, ada beberapa modifikasi cerita yang cukup berhasil, terlebih lagi pada adegan bagaimana Pinocchio dan Geppetto ada dalam perut Monstro. Selain itu ending film ini berbeda dengan animasinya, serta lebih banyak modifikasi cerita yang merusak pesona film orisinalnya, salah satu yang paling disayangkan yaitu minimnya penampilan Blue Fairy pada versi live action.

    Blue Fairy hanya muncul sekali saat dia menghidupkan Pinocchio, dalam film ini juga tidak ada scene yang memperlihatkan Blue Fairy mengajarkan kebohongan pada Pinocchio. Yang anehnya lagi Jiminy langsung tahu begitu saja kalau Pinocchio sedang berbohong saat hidungnya memanjang, tidak hanya menampilkan cerita yang dimodifikasi, Pinnocchio versi live action ini juga menampilkan beberapa karakter baru yang tidak ada di animasinya.

    Ada salah satu karakter baru, yaitu Fabiana, yang sebenarnya memiliki potensi besar. Tapi sayangnya kehadiran Fabiana tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga dia tidak memiliki dampak besar pada jalan ceritanya.

         2. Kualitas Efek Visual yang Tidak Konsisten

    Walaupun film ini live action, penggunaan CGI jelas terlihat lebih dominan pada pengaplikasian efek visual di Pinocchio. Jika kembali melihat film animasinya, gak heran kalau versi live action-nya pasti membutuhkan CGI agar bisa menghidupkan beberapa momen penting dalam film ini. Tapi sayangnya, kualitas CGI yang ditampilkan sepanjang film ini tidak konsisten.

    Pada bagian awalnya hingga akhir film ini kualitas yang ditampilkan masih cukup baik. Tapi begitu masuk ke akhir film saat Pinocchio menyusul Geppetto yang sedang berlayar, kualitas CGInya mulai terlihat buruk, latar langit dan laut yang ada di belakang Geppetto terlihat palsu.

    Selain itu, kualitas CGI juga semakin parah saat Geppetto berusaha kabur dari kejaran Monstro, setelah mereka berhasil keluar dari perut monster tersebut, terlihat gerakan ombak besar yang dihasilkan Monstro terlihat sangat palsu dan kualitasnya seperti film fantasi tahun 1990-an dan awal 2000-an.

         3. Perubahan Ending yang Lebih Menyentuh

    Seperti yang sudah disebutkan pada poin pertama, Pinocchio versi live action ini menampilkan cerita yang mengalami modifikasi. Salah satu perubahan besar yang ditampilkan dalam film ini yaitu ending yang berbeda dari film animasinya, pada versi animasi, Pinocchio sempat dikira mati setelah berhasil kabur dari Monstro.

    Tapi pada film live action, Geppetto yang justru dikira meninggal setelah berhasil kabur dari Monstro, bagi kamu yang sudah pernah menonton film animasinya pasti tahu bahwa boneka kayu tersebut akhirnya menjadi manusia di akhir filmnya. Namun untuk versi live actionnya ini, penonton diminta membuat interpretasi sendiri, itulah review film Pinocchio yang baru tayang 2022 ini.

    Related articles

    Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.