More

    Review Film Smile 2022, Siapkan Jantung Sebelum Menonton!

    Bieber-news.com – Biasanya saat melihat orang tersenyum akan membuat kita ikut bahagia, karena tersenyum merupakan bentuk emosi untuk menampilkan ekspresi emosi tersebut. Akan tetapi percaya atau tidak, sebuah senyuman kadang bisa juga memperlihatkan ekspresi yang tidak nyaman, psikotik, bahkan kehilangan nyawa. Walaupun terlihat konyol dan menyeramkan, tapi inilah premis dari film horor terbaru yaitu Smile. Review film Smile ini pun sedang menarik perhatian banyak orang. Film ini disutradarai oleh Parker Finn yang melakukan debut penyutradaraan film panjangnya melalui film ini. Melihat dari trailernya saja sudah membuat ngeri sendiri.

    Film ini berfokus pada seorang psikiater yang bernama Rose Cotter yang diperankan oleh Rosie Bacon, walaupun pada awalnya kita melihat sosok Rose oke-oke sja, tapi siapa sangka kalau ia pernah menyaksikan insiden aneh dan traumatis dari salah satu pasiennya yang dulu? Sejak melihat insiden ini, Rose sering mengalami atau lebih tepatnya menyaksikan hal menyeramkan dan yang mengerikannya. Hal seram yang sering ia lihat tersebut melibatkan seseorang yang tampil dengan senyum psychotic, lalu setelah menatap Rose dengan senyuman ngerinya itu.

    Individu tersebut langsung mengakhiri hidupnya, tak ayal Rose merasa sangat ngeri dan ingin segera bebas dari semua ini. Namun keinginan tersebut, faktanya tidak semudah seperti yang ia bayangkan, kesulitan ini juga karena masa lalu Rose yang tidak baik dan satu-satunya cara agar bisa lolos dari kengerian, Rose haru bisa menghadapi balik masa lalunya yang buruk tersebut. Lalu apakah ia akan berhasil melakukannya dan apa yang membuat orang-orang yang ia lihat ini, melakukan senyum psikotik pada wajah mereka, buat yang belum nonton, berikut review film horor Smile 2022.

    Review Film Smile 2022, Film Horor yang Wajib Kamu Tonton!

    Review-Film-Smile

         1. Narasi Lamban yang Menyisakan Plot Hole

    Smile memiliki durasi yang cukup standar untuk sebuah film, yaitu 1 jam 55 menit. Namun narasi atau proses penceritaan dalam film ini terbilang membuat durasi tersebut menjadi terasa sangat lamban. Karena pembangunan konflik dalam film ini terasa terlalu berputar-putar sehingga memunculkan berbagai adegan yang sebenarnya tidak terlalu penting.

    Tidak pentingnya, beberapa degan tersebut dapat kita lihat dari tidak adanya penjelasan atau penyelesaian terkait konflik yang muncul pada adegannya, jadi walaupun memiliki durasi yang panjang dan narasi yang lamban. Tapi film ini masih menyisakan banyak plot hole, seandainya sejumlah adegan tersebut tidak ada, rasanya tidak akan berpengaruh apapun pada konflik utamanya dan durasinya akan lebih singkat.

    Narasi yang lamban dan berputar ini memang manjadi salah satu kekurangan utama dari film Smile, tapi sebenarnya hal tersebut tidak terlalu mengganggu pengalaman menontonmu, terlebih lagi jika kamu memang mencari tontonan dengan elemen horor yang kental.

         2. Horor Psikologis yang Penuh Kejutan

    Terlepas dari penceritaanya yang lambar, tapi film Smile ini terbilang jadi salah satu film yang berhasil memaksimalkan elemen horor psikologisnya. Sepanjang film, penonton akan ikut bertanya-tanya terkait berbagai insiden mengerikan yang dialami oleh Rose, apakah itu sungguhan terjadi atau karena ia mengalami gangguan psikologis.

    Film ini berhasil menghadirkan kejutan sepanjang ceritanya, kejutan berupa plot twist dari konflik yang Rose hadapi dan adegan jumpscare yang jadi elemen utama Smile dalam menakuti para penontonnya.

    Rasanya tidak terhitung ada berapa banyak jumpscare pada film ini yang berhasil dieksekusi dengan sangat baik. Sehingga tak terasa receh, build up sebelum momen klimaks dari adegan jumpscare tersebut juga berlangsung rapi dan sukses membuat penonton merasa tegang. Makanya film ini cocok banget buat kamu suka dengan film horor penuh dengan ketegangan.

         3. Audio dan Visual Bikin Gak Nyaman

    Tidak hanya elemen kejutannya, faktor yang membuat Smile berhasil membuat penonton ketakutan yaitu audio dan visualnya yang terasa sangat disturbing atau tidak nyaman. Namun rasa tidak nyaman tersebut menjadi satu hal yang wajar dan jadi point yang sangat positif untuk sebuah film horor, sepanjang film kamu akan mendengar musik dengan nada atau frekuensi yang mampu bikin perasaan jadi gelisah.

    Musik tersebut cukup berperan dalam menghadirkan efek kejut pada adegan jumpscare sepanjang filmnya. Tidak hanya itu saja, visual filmnya juga tidak terasa nyaman ketika penonton melihatnya, film horor Smile memang menghadirkan banyak adegan gore, tapi faktor yang bikin visualnya jadi berasa nyaman bukan elemen gore tersebut.

    Hal ini terjadi karena pengambilan gambarnya terkadang terlalu close up dan senyuman karakter yang mengalami gangguan tampak sangat mengerikan dan kurang nyaman dilihat. Smile jadi salah satu film yang sangat direkomendasikan, tapi balik lagi ke selera masing-masing, berikut review film Smile 2022 yang menarik untuk ditonton.

    Related articles

    Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.