More

    Selebgram Ajudan Pribadi Terseret Kasus Penipuan Rp1,35 Miliar

    bieber-news.com – Saat ini selebgram Ajudan Pribadi sedang menjadi sorotan dikarenakan terseret pada kasus penipuan. Kasus penipuan Ajudan Pribadi ini senilai Rp1,35 miliar. Sebelumnya dia ditangkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Dimana, dia ditangkap sesuai dengan laporan seseorang yang berinisial AL diterima oleh polisi pada tanggal 19 November 2022. Pihak polisi langsung menetapkan Ajudan Pribadi menjadi tersangka pada kasus tersebut. Melalui aksinya, Ajudan Pribadi menawarkan 2 unit mobil kepada korban.

    Adapun korban tersebut berinisial AL, yakni Toyota Land Cruiser yang merupakan keluaran 2019 dengan seharga Rp400 juta dan juga Mercedes-Benz G63 2021 dengan senilai Rp950 juta. Selebgram ini memang sering memamerkan gaya hidup yang mewah. Bahkan dia juga mempunyai beberapa macam kendaraan mewah dan langka dengan harganya selangit. Pada sebuah video kolaborasinya dengan Atta Halilintar diunggah melalui channel ‘Ajudan Pribadi Official’ terlihat mempunyai dua unit Vespa, Porsche hingga SUV premium Range Rover.

    Vespa terlihat di video tersebut merupakan Vespa GTS berkelir emas dibanderol senilai Rp69,9 juta. Sementara, Vespa lainnya merupakan varian matic sangat eksklusif, yakni berupa Vespa 946 Red dengan memiliki harga mencapai Rp181 juta. Sementara itu, Porsche 911 Carrera 4S milik Ajudan Pribadi bukan mobil sembarangan. Menurut pengakuannya mobil ini cuma ada empat unit saja di Indonesia, termasuk miliknya satu-satunya varian dengan memiliki transmisi manual. Kemudian, Range Rover dimiliki Ajudan Pribadi mempunyai harga yang dibanderol fantastis dari mulai Rp1 miliar.

    Bahkan, buat model terbarunya yang dirilis pada awal tahun 2023 dibanderol sekitar Rp4 miliaran. “Setelah korban menyetujui dan menyepakati adanya tawaran penjualan mobil, korban AL transaksi uang ke rekening,” tandas Kapolres Metro Jakarta Barat, dilansir dari cnnindonesia.com, pada hari Rabu 15 Maret 2023 kemarin. Korban kali pertama transfer kepada Ajudan Pribadi 2 Desember 2021 buat pembelian mobil Toyota Land Cruiser. Kemudian kembali mentransfer Rp 750 juta di tanggal 6 Desember 2021 pembayaran Mercedez Benz.

    Terlepas dari kasus penipuan Ajudan Pribadi, sedangkan buat sisanya sendiri di transfer pada tanggal 14 Desember 2021. Namun, setelah keseluruhan uang pembelian itu dikirim, dua unit mobil yang seharusnya sudah diterima oleh korban AL malah tidak kunjung diserahkan oleh Ajudan Pribadi. Sampai pada akhirnya korban dengan lewat pengacaranya melayangkan somasi kepada selebgram Ajudan Pribadi. Dua kali somasi dilayangkan, sayangnya tidak kunjung ada tanggapan dari tersangka.Kasus-Penipuan-Ajudan-Pribadi

    Sampai pada akhirnya, korban berinisial AL lantas langsung melaporkan Ajudan Pribadi ke Polres Metro Jakarta Selatan pada tanggal 19 November 2022 silam. Dari laporan tersebut, pihak polisi melakukan penyelidikan dengan cara meminta keterangan dari beberapa pihak, termasuk pelapor sampai Ajudan Pribadi selaku terlapor. Tetapi, Ajudan Pribadi sama sekali tidak memenuhi panggilan. Kendati demikian, pada proses ini penyidik menemukan unsur pidana jadi kasus ini ditingkatkan ke dalam penyidikan.

    Dalam proses penyidikan, polisi kembali memanggil Ajudan Pribadi untuk diperiksa. Tetapi, yang bersangkutan dua kali mangkir dari adanya agenda pemeriksaan tanpa pasti. Penyidik lalu menerima informasi tentang keberadaan Ajudan Pribadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Penyidik berangkat ke sana berusaha mencari keberadaan Ajudan Pribadi di rumahnya. Namun nihil, “Sehingga penyidik mengambil langkah menerbitkan surat perintah membawa saksi pelapor,” tandas Syahduddi dilansir dari cnnindonesia.com.

    “Kemudian selama beberapa hari pengamatan diperoleh informasi laporan ini sedang mengendarai motor di suatu jalan yang ada di Kota Makassar,” sambung Syahduddi. “Kemudian penyidik menghentikan kendaraan buat melakukan pemeriksaan, ternyata benar pada mobil tersebut terdapat laporan atas nama A,” sambungnya. Lewat kasus ini, dimana kasus penipuan Ajudan Pribadi dijerat dengan Pasal 378 KUHP terkait Penipuan atau Pasal 372 KUHP mengenai Penggelapan dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.

    Bahkan, pihak kepolisian juga sudah menahan Ajudan Pribadi dengan status tersangka dikarenakan khawatir bersangkutan mempersulit proses dari penyelidikan. “Apakah itu melarikan diri, menghilangkan barang bukti maupun mengulangi perbuatan,” tandas Syahduddi seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com.

    Related articles

    Comments

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Share article

    Latest articles

    Newsletter

    Subscribe to stay updated.